Tampilkan postingan dengan label Belajar Sedikit-Sedikit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Sedikit-Sedikit. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Februari 2011

Keluhan Lama di Awal Tahun

Hari ini adalah hari Selasa, 1 Februari 2011. Meski kadang tidak tersadari, waktu telah berlalu sekian lama dengan segala suka dukanya. Dua bulan terakhir saya lalui tanpa banyak berbuat apa-apa. Kesehatan yang tiba-tiba memburuk di akhir tahun memaksa saya untuk banyak beristrihat.
Padahal satu bulan sebelumnya, November, saya baru saja mulai belajar untuk menulis. Tetapi sejak Desember hingga Januari, tak satu pun tulisan yang bisa saya hasilkan. Demikianlah, dua bulan terakhir diisi dengan istrihat panjang untuk memulihkan kondisi kesehatan.
Tulisan ini adalah tulisan perdana saya di tahun ini. Lagi-lagi semua masih dalam taraf belajar. Belum ada ide baru dan bahkan mungkin belum ada perkembangan. Di sana sini masih terlihat berantakan. Kebanyakan hanya diulang-ulang dan berputar-putar.
Tetapi saya pikir ah biarlah. Kepala saya pusing kalau mesti memikirkan apa yang harus ditulis. Apalagi kalau langsung berambisi untuk menghasilkan tulisan yang berbobot seperti penulis profesional. Meskipun hal itu merupakan cita-cita saya, tapi saya menyadari kalau saya tidaklah pintar-pintar banget untuk mencapainya dalam waktu singkat. Jadi saya rasa tak apalah mulai menulis apa saja,  termasuk cerita tak bermutu ini,hehehe…

Minggu, 14 November 2010

Ketika Belajar Menulis

Rasanya makin bodoh saja saya ini. Sudah cukup lama saya tidak belajar. Sejak meninggalkan bangku kuliah sekian tahun silam, saya mulai jarang membaca buku. Pengetahuan yang selama ini saya peroleh, bukannya bertambah tetapi justru sedikit demi sedikit mulai terlupakan. Saya tak pernah lagi mengikuti perkembangan yang terjadi di negeri ini sebagaimana seharusnya seorang terpelajar. Saya menjadi  miskin berita dan referensi. Akibatnya saya hanya terpelongo menyaksikan teman-teman lama yang sekarang tampil mapan baik ilmunya maupun ekonominya.
Sepertinya tak adil memang bila saya mempersalahkan keadaan. Banyak orang yang meskipun berada dalam keadaan terpuruk tetap mampu belajar dan berjuang mencapai kesuksesan. Tetapi saya telah melakukan sebaliknya. Saya berdiam diri dan tak mampu berbuat apa-apa karena alasan sakit. Saya tak mampu keluar dari tekanan penyakit ini yang mengendalikan pergerakan saya selama bertahun-tahun. Saya telah memberi seluruh perhatian pada penyakit ini sehingga lupa untuk belajar dan mengikuti perkembangan di luar sana.
Ketika seorang teman menyarankan saya untuk mulai menulis sebagai alternatif kegiatan yang bisa saya lakukan, saya menjadi kebingungan.