Tampilkan postingan dengan label Renungan Rohani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Rohani. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 September 2011

Belajar Dari Penderitaan Lazarus


Selasa, 13 September 2011 saya mendapat kunjungan doa dari gereja. Mereka yang datang ada 3 orang, seorang bapak dan 2 orang ibu. Sebelumnya saya tidak menduga akan mendapat kunjungan doa malam itu.
Sebelum berdoa, Bapak itu menyampaikan sedikit permenungan singkat disertai nasehat-nasehat yang menguatkan. Saya terkesan ketika dia menceritakan kisah Lazarus. Lazarus adalah seorang tokoh yang diceritakan kitab Injil.
Dalam cerita itu, Lazarus digambarkan sebagai seorang pengemis yang hina papa. Badannya penuh dengan borok. Rupanya dia menderita suatu penyakit kulit yang parah. Selain itu, sepertinya dia tidak bisa berjalan karena dikatakan bahwa dia hanya bisa berbaring di dekat pintu rumah orang kaya. Dia begitu tak berdaya sampai-sampai anjing saja bisa datang menjilati boroknya. Untuk menghilangkan laparnya, dia memakan sisa-sisa makanan dari meja makan orang kaya itu.
Demikianlah Lazarus menderita sepanjang hidupnya hingga dia meninggal. Namun meskipun dia menderita sepanjang hidupnya, Lazarus tidak diceritakan mengeluh atau menyampaikan keberatan kepada Allah. Ini bisa berarti bahwa Lazarus menjalani semua penderitaannya yang berat itu dengan ikhlas dan sabar. Dia tidak meninggalkan Allah. Dia setia pada imannya.
Dan lihatlah apa yang terjadi saat Lazarus dan orang kaya itu meninggal. Lazarus hidup bahagia dalam pangkuan Abraham, sedangkan orang kaya itu menderita sengsara di alam maut.
---------------
Dari Lazarus kita bisa belajar bahwa seberat apa pun penderitaan yang kita alami, jangan sekali-sekali berpaling dari Allah. Tetaplah setia pada-Nya. Percayakan semua derita dan pergumulan hidup kita pada penyelenggaraan Allah. Yakinlah bahwa apa yang kita alami di dunia ini hanyalah sementara. Setidaknya maut akan mengakhirinya. Dan jika kita setia di jalan Tuhan, Tuhan pasti akan memberikan kehidupan baru yang abadi dan bahagia di surga.
---------------
Bapak tadi mengakhiri permenungan singkatnya dengan pesan: tetaplah sabar dan jalani hidup ini dengan ikhlas. Jadikan masa sakit ini sebagai kesempatan untuk makin dekat dengan Sang Pencipta. Rajinlah berdoa dan membaca kitab suci. Semoga Allah Yang Maha Kasih mengampuni dosa-dosamu dan menganugerahi kamu kesembuhan sejati. Dan di atas semuanya itu, biarlah hanya kehendak-Nya yang terjadi.

Jumat, 01 Juli 2011

Apa yang Terjadi Saat Kita Berdoa?


            Ada yang mengatakan bahwa doa mampu mengubah segala sesuatu. Ini tidak salah, namun ini juga tidak sepenuhnya benar. Bagaimana pun Allah bukanlah “orang suruhan” kita yang siap mengikuti segala keinginan kita.
            Allah bekerja berdasarkan kebijaksanaanNya yang besar dan sesuai dengan ketetapan hukum-hukumNya. Ini termasuk hukum alam, fisiologi, psikologi, dan teologi. Namun ini tidak berarti bahwa Allah tidak bisa mengubah hukum-hukum jagad raya untuk menanggapi doa kita. Adakalanya, Dia memang melakukannya. Namun galibnya, Allah beroperasi di tengah hukum-hukum universalNya.
             Ya doa mungkin tidak selalu mengubah keadaan. Tetapi melalui doa kita sering diubah saat berhubungan dengan keadaan. Apakah peristiwa eksternal diubah atau tidak, doa selalu mengubah kita. Doa mengubah hati kita untuk memandang segala sesuatu dalam kerangka rencana Allah. Jika seseorang diubah, sebagai akibat dari doa, maka kondisi sekelilingnya akan tampak berbeda pula. Semuanya ada dalam rencana Allah yang teratur.
            Melalui doa, banyak hal baik terjadi dalam kehidupan kita. Beberapa hal bisa kita sebutkan sebagai berikut:

Rabu, 22 Juni 2011

Bila Manusia Kekurangan Cinta

            Alam raya tempat kita hidup ini sesungguh adalah alam raya yang berkecukupan bahkan berkelimpahan. Tidak ada sumber daya, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia, yang kurang. Tuhan yang Mahasempurna itu tidak mungkin membuat perhitungan yang keliru sehingga ciptaannya menjadi tidak sempurna.
            Apa yang kita sebut sebagai kekurangan sesungguhnya hanyalah ketidakseimbangan jumlah atau porsi. Ada  yang punya banyak dan ada yang punya sedikit. Yang punya banyak kita sebut kaya, sedangkan yang punya sedikit kita sebut miskin.
            Lalu mengapa di alam raya yang berkelimpahan ini sebagian manusia hidup kekurangan dan menderita? Penyebabnya hanya satu: manusia kekurangan cinta kasih.Cinta kasih manusia-lah yang kurang, bukan sumber daya.
            Cinta kasih yang kurang itu membuat manusia tidak mampu merasakan penderitaan sesamanya. Cinta kasih yang kurang itu membuat manusia tidak peduli dan hanya mementingkan dirinya sendiri. Cinta kasih yang kurang itu membuat manusia enggan untuk membagikan kelebihan yang ada padanya.

Senin, 20 Juni 2011

Apa 'iya' sakit harus disyukuri?


            “Seharusnya orang itu bisa bersyukur kalau dirinya sakit. Itu artinya dia masih diberi kesempatan untuk bertobat sebelum maut menjemputnya.” Kata-kata itu terucap oleh seorang teman, sesama pasien HD, dalam  obrolan kami, suatu siang.
            Sekilas kata-kata itu terdengar hanya sebagai sebuah kata-kata penghiburan untuk menguatkan pasien HD yang lain. Tapi sebenarnya kata-kata itu mengandung makna yang lebih dalam. Kata-kata itu menyatakan kebenaran tentang bagaimana seharusnya kita memandang sakit atau penderitaan.
            Saya kagum pada teman yang telah mengucapkan kata-kata itu. Dia tidak larut untuk menyesali atau meratapi sakitnya. Tapi sebaliknya dia mampu keluar dari kesedihan dan ketakutan pada bayang-bayang kematian. Bahkan dia mampu melihat kebaikan dalam derita hidupnya lalu bangkit  bersyukur dengan hati yang tegar.
            Ya, sakit bukan sesuatu yang harus ditangisi sepanjang hari. Sakit tak boleh merampas semua kebahagiaan dan harapan kita. Cobalah tersenyum. Cobalah optimis.

Selasa, 14 Juni 2011

INILAH PENJELASAN TEPAT TENTANG TUHAN!


Gajah yang sedang asyik berendam di telaga tiba-tiba dikagetkan oleh suara tikus yang berteriak-teriak memanggilnya.
Tikus    : Hei, Gajah! Cepat keluar dari telaga!
Gajah   : Ogah ahh!
Tikus    : Sekarang juga kamu harus keluar!
Gajah   : Lho, emangnya kenapa?
Tikus    : Aku akan beri tahu kamu hanya setelah kamu keluar dari air!
Gajah   : Peduli amat! Aku tidak akan keluar!
Tikus terus berteriak-teriak menyuruh Gajah keluar dari telaga. Akhirnya Sang Gajah mengalah juga.
Gajah   : Nah, katakan sekarang. Kenapa kamu ingin aku keluar dari telaga?
Tikus    : Aku ingin tahu, apakah kamu memakai celana renangku atau tidak!
Gajah   : ?????????.......

Komentar:
LEBIH MUDAH MENGENAKAN CELANA RENANG TIKUS KEPADA GAJAH DARIPADA MENJELASKAN TENTANG TUHAN DENGAN TEPAT


Sumber: Anthony de Mello, Kicauan Burung (alih bahasa Stefan Lovu), Penerbit HeartVoice, 2010

Senin, 13 Juni 2011

Bayang-bayang Kematian

“Aku ingin hidup seribu tahun lagi”, kata Chairil Anwar.
 Apa yang dikatakan Chairil Anwar tersebut bisa jadi adalah gambaran keinginan kebanyakan orang —kalau enggan mengatakan semua— yang mendambakan keabadian hidup di dunia ini. Umumnya manusia takut, atau setidaknya merasa enggan, untuk mati. Bahkan meskipun hidupnya di dunia lebih sering diwarna kesulitan daripada kegembiraan.
Mengapa manusia takut atau enggan mati? Ada beberapa alasan yang bisa diberikan. Bisa jadi ketakutan itu disebabkan oleh adanya misteri di balik kematian itu. Tidak ada yang tahu apa persisnya yang akan terjadi setelah seseorang mati. Atau bisa jadi ketakutan itu disebabkan oleh keengganan untuk berpisah dengan keluarga atau orang-orang yang ia kasihi. Atau bisa jadi ketakutan itu disebabkan oleh ketidakrelaan untuk meninggalkan kenikmatan dunia yang selama ini ia rasakan; mungkin jabatan, kekayaan, kehormatan, dsb. Atau bisa jadi pula keengganan itu disebabkan oleh belum tercapainya sesuatu yang dicita-citakan dalam hidup. Seseorang yang hidupnya selalu dirundung kesedihan, sangat merindukan datangnya saat-saat berbahagia di masa depan (seolah-olah) sebagai kompensasi bagi kesusahannya selama ini.
Katakutan atau keengganan untuk mati itu membuat manusia berusaha keras untuk menghindari atau sekadar menundanya. Ketika sakit, seseorang berusaha untuk berobat meskipun dengan biaya yang mahal. Ketika ada bahaya yang mengancam keselamatan jiwa, seseorang akan berusaha mengelak atau melawan untuk mempertahankan diri. Semua itu dilakukan karena manusia menyadari bahwa sakit penyakit dan kecelakaan adalah jembatan terdekat menuju maut.

Minggu, 05 Juni 2011

Kebaikan Hati Kuterima, Kebaikan Hati Kuteruskan


Di suatu siang dalam perjalanan ke RS, saya singgah di sebuah ATM untuk menarik uang. Ketika masuk, saya lihat ada seorang cewek sedang gelisah mondar-mandir di depan mesin ATM. Saya tidak terlalu peduli dan langsung melakukan transaksi di ATM sebelahnya. Tapi setelah transaksi  saya selesai, cewek itu menghampiri saya.
Dengan agak sungkan dan sedikit terbata-bata dia menjelaskan bahwa sebenarnya dia bermaksud menarik uang di ATM tapi ternyata sudah tidak bisa. Saldonya sekarang tinggal 95 ribu. Dia mau menarik 50 ribu. Padahal harus ada sisa saldo minimal 50 ribu. Saldonya kurang 5 ribu.
Lalu dia berpikir barangkali  bisa mentransfer dulu uang itu ke rekening saya lalu nanti ditarik lagi lewat kartu ATM saya. Saya pun tidak keberatan. Langsung saya coba melakukan transfer sebesar 50 ribu ke rekening saya. Ternyata tidak bisa. Muncul pemberitahuan di monitor bahwa harus ada sisa saldo minimal 50 ribu. Dia mulai terlihat kebingungan.
Saya lalu bertanya uang itu untuk apa. Kelihatannya penting sekali. Dia bilang untuk menyelesaikan tugas kampus. Dia bingung mau pinjam dari mana. Sedangkan tugas itu harus segera dikumpulkan.

Minggu, 29 Mei 2011

Anjuran Untuk Berbuat Baik


Amsal 3:27-35

Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya,
padahal engkau mampu melakukannya.
Janganlah engkau berkata kepada sesamamu:
“Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi”,
sedangkan yang diminta ada padamu.
Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu,
sedangkan tanpa curiga ia tinggal bersama-sama dengan engkau.
Janganlah bertengkar tidak semena-mena dengan seseorang,
jikalau ia tidak berbuat jahat kepadamu.
Janganlah iri hati kepada orang yang melakukan kelaliman,
dan janganlah memilih satupun dari jalannya,
karena orang sesat adalah kekejian bagi TUHAN,
tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat.
Kutuk TUHAN ada di dalam rumah orang fasik,
tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya.
Apabila Ia menghadapi pencemooh, maka Ia pun mencemooh,
tetapi orang yang rendah hati dikasihi-Nya.
Orang yang bijak akan mewarisi kehormatan,
tetapi orang bebal akan menerima cemooh.

Kamis, 26 Mei 2011

Doa Pada Waktu Sakit


 
(Mazmur 38: 2-11, 18-19, 22-23)

TUHAN, janganlah menghukum aku dalam geram-Mu,
dan janganlah menghajar aku dalam kepanasan murka-Mu;
sebab anak panah-Mu menembus aku,
tangan-Mu telah turun menimpa aku.
Tidak ada yang sehat pada dagingku oleh karena amarah-Mu,
tidak ada yang selamat pada tulang-tulangku oleh karena dosaku;
sebab kesalahanku telah menimpa kepalaku;
semuanya seperti beban berat yang menjadi terlalu berat bagiku.
Luka-lukaku berbau busuk, bernanah oleh karena kebodohanku;
aku terbungkuk-bungkuk, sangat tertunduk;
sepanjang hari aku berjalan dengan dukacita.
Sebab pinggangku penuh radang, tidak ada yang sehat pada dagingku;
aku kehabisan tenaga dan remuk redam,
aku merintih karena degap-degup jantungku.
Tuhan, Engkau mengetahui segala keinginanku,
dan keluhku pun tidak tersembunyi bagi-Mu;
jantungku berdebar-debar, kekuatanku hilang,
dan cahaya mataku pun lenyap dari padaku.
Sebab aku mulai jatuh karena tersandung,
dan aku selalu dirundung kesakitan;
ya, aku mengaku kesalahanku, aku cemas karena dosaku.
Jangan tinggalkan aku, ya TUHAN, Allahku,
janganlah jauh dari padaku!
Segeralah menolong aku, ya Tuhan, keselamatanku!
Amin.

Minggu, 22 Mei 2011

Pergaulan yang Buruk Merusakkan Kebiasaan yang Baik

            Dalam pertemuan kami yang pertama, dia adalah pemuda yang alim, rajin ke gereja, dan rajin mengikuti kegiatan-kegiatan kerohanian. Bahkan suatu waktu saya sempat diajak, atau lebih tepatnya dibujuk, untuk mengikuti acara retret yang diselenggarakan muda-mudi gereja. Tapi waktu itu saya tidak bisa ikut karena sedang tidak enak badan.
            Sebenarnya saya selalu simpati dan bangga dengan sikap pemuda yang alim seperti itu. Dia menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Terutama kegiatan-kegiatan yang mendukung perkembangan mental, bakat, moral dan iman spiritualnya. Kegiatan-kegiatan yang positif tersebut diharapkan mampu membentuk karakter atau kepribadian yang positif pula.
            Namun sayang, rasa simpati dan bangga saya pada pemuda tadi tak berlangsung lama. Saya bahkan kecewa. Karena dalam pertemuan kami selanjutnya, kira-kira 2 tahun kemudian, dia berubah menjadi sosok yang berbeda. Dia kini suka begadang. Hobinya karokean di bar dan minum minuman keras. Ayam sabung menjadi peliharaannya. Main judi sudah jadi hal yang biasa, apalagi kalau cuma togel. Sebaliknya, dia tak pernah lagi menginjakkan kaki di gereja. Dan tentu saja juga menarik diri dari kegiatan-kegiatan kerohanian dimana dia dulu sangat aktif.

Selasa, 17 Mei 2011

Jadilah Kehendak-Mu!

        Kita tak pernah tahu apa sesungguhnya rencana Tuhan atas hidup kita. Dan karena itu, kita tak pernah bisa memastikan seperti apa perjalanan hidup kita selanjutnya. Bahkan rencana kita satu detik ke depan pun dapat berubah jika Tuhan berkehendak lain. Satu hal yang kita imani adalah bahwa apa pun rencana Tuhan yang Ia wujudkan dalam hidup kita, itulah yang terbaik!
        Iman akan rencana indah Tuhan itu-lah yang kini berusaha saya tanamkan dalam hati. Saya mulai belajar mengimani bahwa sakit yang sekarang saya alami adalah bagian dari rencana indah Tuhan. Jika pada awalnya saya begitu terpukul dan sedih akan sakit ini, pelan-pelan saya mulai berdamai dengannya. Sakit ini kemudian saya maknai sebagai proses dan sarana pemurnian diri yang disediakan Tuhan agar saya menjadi pribadi yang kuat serta semakin dekat denganNya.
        Tiada henti saya berdoa kepada Tuhan agar Ia menganugerahi saya kesembuhan. Tiada menyerah pula saya tetap menjalani hemodialisa rutin dengan sabar, tiga kali dalam seminggu. Saya percaya inilah bagian yang harus saya kerjakan, yakni berdoa dan berusaha. Bahwa apakah kemudian saya benar-benar sembuh secara fisik, itu semata-mata dalam kehendak Sang Pencipta. Ya, jika niat dan usaha saya ini sejalan dengan kehendakNya, saya pasti sembuh.