Tampilkan postingan dengan label Tentang Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Cinta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Agustus 2012

Galau Dot Kom

Aku yang tak pandai menyanyi, malam ini ikut-ikutan menyanyi—walau cuma dalam hati—mengikuti alunan lagu dari Ronan Keating. Meskipun tak persis—karena hanya beberapa bagian yang cocok di hati—tapi mungkin ini yang diistilahkan anak muda zaman sekarang dengan istilah “galau” (hahaha…emang anak muda zaman mana beta iki? Zaman batu? :-p ) Penonton harap maklum. Ternyata pasien HD juga manusia (ya ialah..masa ada tumbuhan yang HD)...dapat dirundung kegalauan, hehehe..

If Tomorrow Never Comes
By : Ronan Keating

Sometimes late at night
I lie awake and watch her sleeping
She’s lost in peaceful dreams
So I turn out the lights and lay there in the dark
And the thought crosses my mind
If I never wake up in the morning
Would she ever doubt the way I feel
About her in my heart

If tomorrow never comes
Will she know how much I loved her
Did I try in every way to show her every day
That she’s my only one
And if my time on earth were through
And she must face the world without me
Is the love I gave her in the past
Gonna be enough to last
If tomorrow never comes

’Cause I’ve lost loved ones in my life
Who never knew how much I loved them
Now I live with the regret
That my true feelings for them never were revealed
So I made a promise to myself
To say each day how much she means to me
And avoid that circumstance
Where there’s no second chance to tell her how I feel

If tomorrow never comes
Will she know how much I loved her
Did I try in every way to show her every day
That she’s my only one
And if my time on earth were through
And she must face the world without me
Is the love I gave her in the past
Gonna be enough to last
If tomorrow never comes

So tell that someone that you love
Just what you’re thinking of
If tomorrow never comes

Minggu, 16 Oktober 2011

Sesuatu Tentangmu


Ingin kutuliskan sesuatu tentangmu
Sesuatu yang indah…
Sesuatu yang indah…
Ya, sesuatu yang indah
Tapi apa? Tiba-tiba saja aku kehilangan kata-kata

Hanya sebaris ini yang  bisa kutulis:
Aku sayang kamu!

Selasa, 09 Agustus 2011

Mengapa Kau Ajari Aku Mencinta


Mengapa kau ajari aku mencinta
Mengapa kau ajari aku merindu

Mengapa pula aku ini
Harus mencinta dan merindumu

Jumat, 15 Juli 2011

Telanjur Tumbuh


Ketika perasaan ini baru berupa benih, aku membiarkannya begitu saja
Kupikir benih perasaan itu takkan bertahan lama lalu mati digilas waktu
Tapi ternyata aku salah!
Tanpa kusadari pembiaran itu justru membuatnya tumbuh, tumbuh dan tumbuh
Aku kaget sendiri saat menemukan perasaan itu sudah tumbuh sedemikian besar
Sudah terlambat untuk mengingkari kehadirannya
Sudah terlambat untuk menyembunyikan apalagi mematikannya
Dia sudah telanjur besar untuk bertahan bahkan melawan
Tapi….apakah lalu perasaan itu harus terus kujaga dan kurawat?
Bagaimana aku harus memenuhi kebutuhannya?
Mampukah aku menghidupinya?
Bagaimana bila dia tahu bahwa sesungguhnya aku sedang tak berdaya?
Aku takut dia terluka
Ah…. andai perasaan ini tak pernah kubiarkan tumbuh…

Kamis, 14 Juli 2011

Mungkinkah Aku Telah Jatuh Cinta Padamu?

Kadang tak dapat kupahami kenapa hidupku sebegitu hampa tanpa kehadiranmu
Indah pelangi dan gemerlap gemintang tak mampu melepasku dari rasa rindu padamu

Ya mungkin kau tak pernah sadar bahwa kehadiranmu tempo hari telah meninggalkan jejak yang dalam di hatiku
Dan aku…aku telanjur membingkai jejakmu itu dengan jalinan rasa yang kupunya

Oh mungkinkah aku telah jatuh cinta padamu?

Aku jadi malu

Jumat, 27 Mei 2011

Karena Cinta Aku Hidup (Kembali)



Karena Cinta Aku Hidup (Kembali)1)

            “Cintanya yang sedemikian besar selaksa tak kan pernah habis padaku. Tiada pernah kurasakan sedemikian besarnya seseorang memberikan segala yang ada pada dirinya hanya untuk diriku, seorang saja, tiada yang lain.” Demikian kesaksian Vero tentang cinta suaminya, Yan.
            Yan seorang yang tidak banyak bicara dan cenderung pendiam. Namun di balik sifat pendiamnya itu, sesungguhnya dia adalah orang yang penuh perhatian dan kasih sayang. Dia juga adalah seorang pencinta sejati, terutama untuk istrinya, Vero.
            Cinta sejati Yan untuk Vero sungguh teruji sekaligus terbukti ketika dia dengan setia mendampingi Vero menjalani masa-masa kritis di rumah sakit. Tidak hanya korban waktu, tenaga, dan materi, tetapi jauh daripada itu Yan mengalami tekanan batin dan kesedihan yang teramat sangat menyaksikan belahan jiwanya tak berdaya di ranjang ICU RS St. Borromeus, Bandung.

Senin, 02 Mei 2011

Catatan Hubungan Berbeda Agama

        Suatu hari seorang sahabat mengirimkan sms dan bercerita tentang hubungan cintanya yang, menurutnya, sedang di ujung tanduk. Padahal mereka telah menjalin hubungan selama bertahun-tahun. Ketika saya tanya penyebabnya apa, dia mengatakan bahwa ini hanya masalah perbedaan keyakinan. Agama yang dianut sahabat saya itu berbeda dengan agama yang dianut pacarnya. Rupanya mereka baru benar-benar menyadari perbedaan itu ketika seiring perjalanan waktu mulai terbersit keinginan untuk melangkah ke jenjang hubungan yang lebih serius.
        Lebih lanjut dia mengatakan bahwa sebenarnya ini hanya masalah ego. Masing-masing tidak mau mengalah. Padahal menurutnya, sudah semestinya pria-lah yang menjadi patokan. Dengan kata lain, seorang istri sewajarnyalah mengikuti agama yang dianut suaminya.
********
        Namun di balik alasan yang dikatakan sahabat itu, saya membaca ada hal lain yang menjadi pertimbangannya. Dugaan saya masalah perbedaan agama dimaknai sebagai masalah pertaruhan harga diri. Dengan kata lain, seorang pria yang mengikut ke agama wanitanya adalah pria yang harga dirinya rendah. Yang tak punya pendirian. Yang tak punya wibawa. Sebaliknya bila wanita yang mengikut ke agama prianya, hal itu dianggap sebagai sesuatu yang sewajarnya.

Senin, 14 Februari 2011

Mengenangnya . . .

Kupikir mungkin dia tak pernah benar-benar mencintaiku. Meski dia tak pernah bilang begitu secara langsung tapi aku bisa merasakan melalui sikapnya. Pernah aku tanya apakah dia juga mencintai aku? Dia mengangguk dan tersenyum. Tapi kupikir dia hanya tak mau melihatku kecewa dan sedih.
Sekian tahun telah berlalu sejak aku menyatakan perasaanku padanya dan merasa dicintai olehnya. Ya, mungkin perasaanku saja. Kami telah terpisah jarak yang jauh. Kami tak pernah lagi bertemu. Komunikasi semakin minim hingga nyaris tak pernah lagi bicara. Kami sama-sama sibuk. Belakangan aku tahu kalau ternyata dia sudah punya pacar baru.
Jujur kuakui, dia begitu istimewa bagiku. Saat-saat yang kulalui bersamanya merupakan sesuatu yang selamanya akan berkesan. Hampir tiap hari dia mencubit lenganku hingga memerah. Sakit. Tapi  aku suka. Canda tawanya selalu membuatku berbinar dan semangat. Tak ada sepi bila bersamanya.