Tidak diragukan lagi bahwa sesorang yang sedang jatuh cinta akan terlihat lebih ceria, lebih semangat, dan suka mengumbar senyum. Hal ini menjadi bukti betapa cinta mampu mempengaruhi keadaan emosi atau psikis seseorang. Karena alasan cinta itu pula, seseorang bahkan bersedia melakukan apa saja.
Dalam penelitian selanjutnya ditemukan bahwa pengaruh cinta tak hanya menciptakan keadaan psikis yang baik, tetapi juga mampu menciptakan keadaan fisik yang baik.
Tim peneliti dari Division of Pain Management di Stanford University Medical Center, Amerika Serikat telah membuktikan bahwa perasaan cinta mampu meningkatkan daya tahan tubuh seseorang terhadap rasa sakit. Mereka melakukan tes pada 15 mahasiswa dan mahasiswi yang baru jatuh cinta dan sangat bergairah.
Para mahasiswa diperlihatkan foto-foto pasangannya, sementara komputer pengontrol panas diletakan di telapak tangan, yang berfungsi memberikan rasa sakit dalam dosis ringan. Pada saat yang bersamaan, otak mereka dipindai dengan mesin pencitraan, functional magnetic resonance (FMRI).